Kamis (16/5/2019). Bertempat di Ruang Pertemuan dr. A.A Djelantik FK Unud Sudirman Denpasar , FK Unud bekerjasama dengan RSUP Sanglah, Faculty of Medicine University of Adelaide dan Woman’s and Children’s Hospital Adelaide menggelar 9th BICCM (Bali International Combined Clinical Meeting) dengan tema “Interdisiplinary Collaboration Improves Quality and Safety of Care”

Rektor Unud Prof. A.A Raka Sudewi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tim dari Adelaide, InaCOG dan POGI atas kerja keras dan dedikasinya bagi Unud dan berharap kerjasama ini kedepan dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. 

Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan antara Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia (InaCOG) dengan RANZCOG dan POGI serta Inagurasi Visiting Professor pada FK Unud yakni Professor John Svigos, Professor Rosalie Grivell dan Professor Christopher Wilkinson dari University of Adelaide pada bidang obstetri dan ginekologi yang dijembatani oleh Departemen Fetomaternal Denpasar sebagai leading sector kerjasama ini, serta inagurasi beberapa visiting lecture pada Departemen Ilmu Kesehatan Anak, dan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif (Dr. Brett Kingsley Ritchie, Dr. Nan Katherine Vasilunas, Dr. Anu Raju, Dr. Vineesh Bhatia). Sebelum penandatanganan MoU dengan RANZCOG tersebut, pada tahun 2016 telah dilaksanakan juga penandatanganan MoU FK Universitas Udayana – RSUP Sanglah – Adelaide University – Adelaide Women and Children Hospital. Sebagai implementasi penandatanganan MoU tahun 2016 tersebut, telah diadakan kunjungan ke Adelaide Women and Children Hospital sebanyak dua kali yang dipimpin oleh Dr.dr.A.A.N Jaya Kusuma, SpOG(K) dan Prof Dr dr Made Wiryana, SpAn,KIC, KAO pada tahun 2017 dan 2018.

Ulasan kegiatan :

Bali International Combined Clinical Meeting (BICCM) merupakan kolaborasi antara Adelaide dan Bali yang pertama kali diadakan oleh Prof. I G. Surya, almarhum Prof. Made Kornia dan Associate Prof. John Svigos pada bulan Mei 2011 di Rumah Sakit Umum Sanglah, Bali-Indonesia. Ini adalah pertemuan para klinisi selama tiga hari yang terdiri dari sidang pleno harian untuk presentasi formal yang bersamaan dengan concurrent session yang berisi workshop dan pengajaran interaktif. Pertemuan ini memiliki fokus multidisiplin yang selaras dengan praktek fetomaternal kontemporer dan terdiri dari dokter kandungan, bidan, neonatologi dan anestesi obstetri dari kedua kota yang akan berbagi pengalaman mereka masing-masing.

Visiting faculty dari Australia didominasi oleh pakar dan dokter ahli  dari the Women’s and Children’s Hospital dengan input dari The Lyell McEwin Hospital di AdelaideThe Royal North Shore Hospital dan The Royal Prince Alfred Hospital di Sydney dan The King Edward Memorial Hospital di Perth. Aspek strategis yang lebih luas dari kerjasama ini telah dilakukannya rotasi tiga orang trainee MFM dari Trigonum (Denpasar, Surabaya dan Malang) ke Adelaide selama dua bulan pada tahun 2011 dan 2012 sebagai bagian dari pelatihan MFM mereka. Diharapakan BICCM ke-9 akan berjalan jauh lebih sukses dari penyelenggaraan sebelumnya.

Untuk kesembilan kalinya Divisi Fetomaternal Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar menyelenggarakan Bali International Combined Clinical Meeting (BICCM). Penyelenggaraan BICCM ini dimaksudkan agar para dokter umum dan dokter spesialis selalu mengikuti perkembangan ilmu kedokteran khususnya dalam bidang Obstetri dan Ginekologi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan baik dibidang promotif, preventif, kuratif maupun rehabilatitif. Pertemuan BCCM IX kali ini  mengusung tema “Comprehensive Interdisciplinary Approach in Safety and Quality Improvement”. Dengan semakin berkembangannya ilmu Obstetri dan Ginekologi khususnya dalam proses kehamilan dan persalinan pada pasien dengan kanker, maka semakin menjadi tantangan bagi kita dalam meningkatkan pelayanan dalam bidang Obsteteri-Onkologi untuk meningkatkan outcome maternal dan perinatal. Secara garis besar pelaksanaannya akan dilakukan dengan metode symposium dan workshop, kemudian diadakan pula kunjungan rotasi dan workshop yang bertempat di RSUP Sanglah Denpasar.

Agenda ini menghadirkan berbagai pemateri dan speaker dari lintas sektor sesuai dengan judul besar agendanya. Kegiatan dimulai pada tanggal 16 Mei 2019 dengan Inaguration hingga Opening Ceremony, yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. I Ketut Suyasa, SpB,SpOT (K), Rektor Universitas Udayana, Prof Dr dr AA Raka Sudewi SpS (K), serta para keynote speaker, Prof. John Svigos, Prof. Rosalie Grivell, dan Prof Chris Wilkinson. Pada sesi Opening Ceremony, disampaikan pula Memorial Oration Prof Kornia Karkata, dan sambutan dari pihak RANZCOG (Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians). Pada sesi informal seperti lunch, pihak panitia menyusun sedemikian rupa sehingga memungkinan adanya pertemuan hangat antara RANZCOG dan INACOG.

Hari kedua pelaksanaan BICCM, 17 Mei 2019, merupakan sesi simposium dan presentasi ilmiah dari agenda BICCM, dimana terdapat tiga sesi paralel yang berfokus pada masing-masing bidang: obstetri ginekologi, anestesi, dan neonatal.  Pada bidang obstetri ginekologi, terdapat beberapa sesi dengan judul:  Indonesia Hospital Accreditation- quality and patient safety improvement policy in IndonesiaOverview of Maternal Near Miss Obstetric Event and Maternal death in Bali Distric HospitalOverview of maternal mortality in South Australia and Australia; Overview of perinatal mortality in South Australia and AustraliaAntibiotics stewardship in Obstetrics Patient in Sanglah Hospital; Risk Quality and Safety in Infectious Diseases  – overview +/- specific project presentaitonEvaluation of CS Rate by Robson Criteria to identified the risk of patient underwent for CS in Gainyar HospitalRisk Quality and Safety in Obstetric anaesthesiaShort Project: Epidural anaesthesia for Painless Labour in Sanglah Hospital. Pada lokasi dan venue lain dilaksanakan secara bersamaan sesi dan workshop dari departemen lain yang berkolaborasi seperti: Anesthetic workshop – program TBC with Anesthetic team; dan Neonatal workshop – program TBC with neonatal team; serta Midwifery workshop. Serangkaian sesi pada hari kedua, diakhiri dengan Poster session, hingga pemberian hadiah pada pemenang poster ilmiah.

Hari terakhir agenda BICCM berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. Para pakar dan keynote speaker diundang ke dalam diskusi Weekly Obstetric Reportyang berlangsung di Obgyn Meeting Room, RSUP Sanglah. Usai pelaksanaan weekly report para undangan dan speaker, diarahkan untuk menikmati sesi morning tea, sebelum kemudian dilanjutkan pada agenda berikutnya, yakni, round sessions. Departemental Rounds Adelaide Faculty akan dibagi menjadi tiga grup multidisplin ilmu (dengan perkiraan 10 orang pada tiap grup). Para undangan diajak untuk mengunjungi tiga ruangan, yakni: labour ward and obgyn inpatient round (ruang persalinan dan poli rawat jalan obgyn); nursery ward round (ruang bayi), dan departmen anestesi. Tiap round (putaran) berlangsung selama maksimal 30 menit.

Pada siang hari, setelah sesi makan siang, dilaksanakan workshop dan hands on training secara paralel dalam beberapa ruang. Pada Ruang Pelatihan Klinik dilaksanakan Hands on Training for Residents/Registers, dengan 5 stations yakni: Simpson’s Forceps DeliveryVaginal Breech DeliveryShoulder DystociaPerimortem Caesaran Section, dan Pudendal Block. Pada Ruang JNPK (Jaringan Nasional Pelatihan Klinik), dilaksanakan Midwifery Care Workshop. Pada Ruang Pertemuan Fetomaternal, dilaksanakan Birth Master Class Workshop – for consultant, dengan 5 stationsdiantaranya: Forceps deliveryvaginal breech deliveryshoulder dystociaperimortem caesarean section, dan pudendal block. Pada Departemen Pediatri dilaksanakan Short case presentation dengan tema: Administration of Surfactant Using INSURE Method in Sanglah Hospital – Clinical Trial Study. Usai serangkaian acara tersebut, kemudian diakhir dengan Closing ceremony.

Harapan penggagas dan pelaksana program BICCM. melalui proses ini dapat memberikan pemahaman dan gambaran yang jelas mengenai peotensi kolaborasi lintas bidang ilmu, terkait isu dan tatalaksana komprehensif mengenai sektor kandungan dan kebidanan. Secara umum agenda berskala internasional ini merupakan ajang diskusi, presentasi, dan perumusan solusi strategis dari para pakar utamanya bidan obstetri dan ginekologi.

Share this Post:

Related Posts: