Penderita penyakit kanker di Bali pada umumnya datang dalam kondisi stadium sudah lanjut. Hal itu terjadi karena penderita tidak segera menjalani proses diagnostik dan pengobatan dikarenakan berbagai faktor. Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan pada tahun 2020. Hari Kanker Sedunia dirayakan setiap 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, pada tanggal 17 Februari 2019, divisi Onkologi FK UNUD RSUP Sanglah yang dipelopori oleh Prof. Dr. dr. I B Tjakra Wibawa Manuaba, MPH, Sp.B (K)Onk FINACS dengan menggandeng YKI (Yayasan Kanker Indonesia) dan KOMPAK (Komunitas Mahasiswa Peduli Kanker), melakukan aksi long march. Kegiatan yang diikuti oleh residen bedah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mahasiswa KOMPAK yang terdiri dari

mahasiswa S1 program studi kedokteran FK Universitas Udayana, keperawatan, psikologi, dan ilmu kesehatan masyarakat, dan anggota YKI ini bertempat di Patung Catur Muka Puputan

Pada aksi long march dilakukan orasi sekaligus sosialisasi oleh KOMPAK mengenai pentingnya peran edukasi dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap pencegahan kanker. Orasi senada juga disuarakan oleh Dr. dr. I Wayan Sudarsa, Sp.B(K)Onk. Beliau berpesan untuk tidak perlu takut terhadap kanker dan kanker bisa kita kalahkan bersama-sama dan dicegah sebelum terlambat. Selain orasi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan adanya pentas drama kontemporer yang berisi edukasi mengenai pandangan yang benar terhadap penyakit yang menakutkan ini. Kegiatan hari ini pun mencapai puncak dan ditutup dengan acara pelepasan balon yang bertuliskan HKD 2019. Selain di Patung Catur Muka Puputan, kegiatan dilanjutkan di RSUP Sanglah pada Jumat, 22 Februari 2019. Acara yang diadakan di lapangan parkir Angsoka ini dihadiri oleh Guru Besar, peserta didik PPDS-1 Universitas Udayana, mahasiswa KOMPAK, dan anggota YKI. Kegiatan dimulai dengan aksi jalan santai dilanjutkan dengan senam sehat. Setelah olahraga selesai, orasi dan pelepasan balon pun dilakukan di panggung yang sudah dipersiapkan. Di penghujung kegiatan, panggung diguncang oleh band WARS, band kebanggaan program studi ilmu bedah, band program studi ilmu  mata, pementasan modern dance dari program studi ilmu  dermatovenerologi, dan ditutup oleh penampilan band dari program studi ilmu pediatri

Sebagai panitia penyelenggara terlaksananya acara World Cancer Day ini, residen Program Studi Ilmu Bedah Udayana juga ikut meramaikan dan menceriakan suasana. Kami ikut bercengkrama, ikut bernyanyi, menari dan bersenda gurau dengan para penyintas kanker. Tidak lupa kami ikut mengabadikan momen bahagia ini bersama konsulen kami tercinta. Kini acara bahagia tersebut sudah terlaksana dengan sukses, namun semoga perjuangan terhadap penyakit kanker tetap terus dilanjutkan sesuai dengan moto Cancer Day tahun ini – I AM AND I WILL. (TIO/UBI)

Share this Post:

Related Posts: