Dalam rangka meningkatkan pelayanan hemodialisis di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, PERNEFRI cabang Bali-NTB-NTT menyelenggarakan Bali Dialysis Forum (BDF) 2018. Acara yang dilangsungkan dua kali dalam setahun ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperbarui pengetahuan dalam bidang nefrologi dan hemodialisis sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan luaran pasien yang menjalani hemodialisis. Acara diikuti oleh perwakilan dari unit – unit hemodialisis di wilayah Bali-NTB-NTT.

Acara BDF kali ini dilangsungkan di Harris Hotel & Conventions dan dibuka dengan sambutan dari Ketua PERNEFRI Korwil Bali-NTB-NTT Prof. Dr. dr. Ketut Suwitra, Sp.P.D-KGH. Dalam BDF kali ini dibahas berbagai kondisi dan komplikasi pada pasien Gagal Ginjal yang menjalani hemodialisis.

BDF kali ini dimoderatori oleh dr. Jodi Sidharta Loekman, Sp.P.D-KGH dan topik yang dibahas pada tahun ini antara lain, inisiasi hemodialisis, adekuasi hemodialisis, anemia pada penyakit ginjal, serta hiperfostatemia. Topik – topik tersebut dibahas oleh konsultan ginjal dan hipertensi di lingkungan RSUP Sanglah, yaitu dr. Nyoman Paramita Ayu, Sp.P.D, -KGH,  Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp.P.D-KGH, Dr. dr. Wayan Sudhana, Sp.P.D-KGH, Prof. Dr. dr. Ketut Suwitra, Sp.P.D-KGH.

Acara dilanjutkan dengan laporan dari unit – unit hemodialisis di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pada BDF kali laporan berfokus pada pasien yang telah menjalani hemodialisis lebih dari lima tahun. Presentasi dilakukan oleh unit hemodialisis RS Surya Husadha Denpasar, RSUD Mangusada Badung, RSU Tabanan, dan RSUP Sanglah.

Laporan dilanjutkan dengan diskusi yang bertujuan meningkatkan luaran dan kualitas hidup pasien hemodialisis. Diskusi yang antusias dari peserta BDF 2018 menjadi puncak dari acara BDF 2018 yang dilanjutkan penutupan acara oleh Ketua PERNEFRI Korwil Bali-NTB-NTT. (Kwn_Adt 2018)

Share this Post:

Related Posts: