Workshop Pencegahan dan Penanggulangan Korban Arak Oplosan

Workshop Oplosan

Rektor Unud saat acara Workshop

Sampai saat ini belum ada SOP di rumah sakit dan puskesmas dalam menangani korban arak oplosan atau keracunan metanol. Kasus meninggalnya Liam Davies, seorang pemuda Australia, adalah salah satu contoh bagaimana ketidakpahaman atau ketiadaan SOP di rumah sakit dan puskesmas telah membuat terengutnya nyawa manusia. Korban-korban lain yang berjatuhan dan tewas di rumah sakit dan di rumah-rumah penduduk adalah akibat ketidakpahaman warga dan juga ketiadaan SOP di puskesmas dan rumah sakit-rumah sakit di Indonesia.

PSKM FK Unud, LIAM Foudation dan Pusat Penguatan Otonomi Daerah (PPOD), membahas tuntas masalah-masalah tersebut, dalam suatu workshop yang bertempat di Hotel Inna Sindhu Bali, tanggal 24 Juni 2015.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Unud, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika Sp.PD-KMED, yang sekaligus memaparkan secara umum fenomena konsumsi arak methanol di masyarakat.
Dalam kegiatan ini, hal-hal penting yang dibahas diantaranya:
1. Pentingnya pencegahan dini (kampanye anti oplosan di kalangan pemuda dan pelajar) sehingga penanganan oplosan dan penyalahgunaan minuman beralkohol di Indonesia dapat diselesaikan secara preventif lewat proses eduksi yang berkelanjutan;
2. Persepsi tentang pentingnya SOP penanganan intoksikasi methanol di rumah sakit dan puskesmas;
3. Standar penanganan intoksikasi methanol dan ethanol sebagai antidotnya;
4. Membahas kemungkinan untuk memasukkan penanggulangan korban minuman Oplosan menjadi ‘muatan lokal’ dalam kurikulum Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Workshop Oplosan2
Pembicara pada kegiatan ini adalah dr. Ketut Suarjaya, MPPM (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali), Prof. Dr. dr. Gde Raka Widiana, SpPD-KGH (Guru Besar Penyakit Dalam), Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes (PD3 FK Unud) dan drg. Tirtarayati, SH, MHKes (Staf Ahli Medikolegal Kementerian Kesehatan) serta di pandu oleh moderator dr. Ady Wirawan. MPH, PhD (KPS IKM)
Workshop Oplosan3
Peserta kegiatan workshop berasal dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota seBali, Balai POM, Puskesmas, Dinas Pariwisata, Kepolisian Daerah Bali dan para Akademisi dilingkungan Unud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>