Artikel Sosial Enterpreneour Ship

Artikel Sosial Enterpreneour Ship

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 1

poster

ARTIKEL

HOLYCIOUS pada dasarnya bermula dari kewajiban sebagai mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana untuk menindaklanjuti tugas Psikologi Sosial mengenai Social Enterpreneurship. HOLYCIOUS sendiri terinspirasi dari kata “healthy  food, and delicious” yang berarti makanan yang sehat dan enak. Di era saat ini, makanan yang enak cenderung memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan, dari sanalah kita mengambil ide ini untuk memulai suatu perubahan di dunia kesehatan, pangan dan sosial. Untuk lebih spesifiknya kita mengangkat tema “SARAPAN PAGI” yang dikaitkan dengan makanan sehat dan lezat, lalu bagaimana hal tersebut dapat berpengaruh terhadap konsumen? Seperti yang kita ketahui  sarapan pagi memiliki manfaat yang besar terhadap kelancaran aktivitas di setiap harinya, untuk menjaga konsentrasi dan kesiapan fisik memulai aktivitas. Selanjutnya  hasil penjualan tersebut dapat disumbangkan untuk membantu orang-orang yang memerlukannya dan tidak lain merupakan tujuan dari Social Enterpreneurship itu sendiri.

Disini kita beranggotakan tujuh orang perempuan, yang setiap minggunya mengadakan penjualan sarapan sehat bergizi yang lezat. Menu sarapan yang kita jual cukup beragam antara lain yaitu chicken burger, cheese burger, chicken sandwich, vegetarian sandwich, puding coklat dengan buah dan croquettes mengingat variasi untuk makanan 4 sehat 5 sempurna sangat penting adanya. Menu yang kami jual harganya sangat terjangkau, rata-rata harga yang kita patok tidak lebih dari Rp. 20.000,-. Tidak mahal kan untuk sarapan sehat bergizi, rasa yang lezat dan bisa berbagi pula?

Kami akan menyumbangkan 30% dari keuntungan hasil jualan kami untuk orang-orang tuna netra di Panti Pijat Tuna Netra di Jalan Serma Mendra di daerah Denpasar. Kegiatan Social Entrepreneurship ini tidak semata-mata untuk memenuhi Tugas Psikologi Sosial saja, namun kami akan melanjutkan dan mengembangkan kegiatan ini sebagai usaha untuk mendapat penghasilan dan berbagi kepada orang-orang yang memerlukan.

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 2 

poster

“Di era globalisasi, kebutuhan manusia semakin banyak dan semakin beragam. Banyak perusahan penyedia barang dan layanan jasa bermunculan mencoba memenuhi kebutuhan .

 Tidak sedikit yang muncul hanya untuk memenuhi kuantitas dan mengorbankan kualitasnya dan kepuasan pelanggan.

Di mana konsumen dapat mengadu?”

 Munculnya berbagai perusahaan penyedia barang dan layanan jasa biasanya diikuti dengan permasalahan yang  mungkin timbul. Tidak sedikit perusahaan penyedia barang dan layanan jasa yang muncul hanya memanfaatkan kebutuhan konsumen untuk mengambil keuntungan semata tanpa memperhatikan kualitas dan kepuasan serta kenyaman konsumen.  Hal ini yang membuat komplain tidak dapat terhindarkan. Komplain? atau disebut juga dengan keluhan yang sebenarnya merupakan bagian dari bentuk “komunikasi”. Sebuah informasi tentang ketidak sesuaian yang dirasakan oleh pihak kedua yang menerima sebuah jasa atau produk. Oleh karena itu, komplain atau keluhan sebenarnya dibutuhkan, karena komplain akan menghasilkan sebuah informasi, baik informasi positif atau informasi negatif.

Bagaimana cara menyampaikan keluhan? Sering kali konsumen yang mengalami hal yang tidak menyenangkan tidak tahu kemana mereka harus menyampaikan rasa ketidakpuasan mereka. Beberapa perusahaan penyedia barang dan layanan jasa menyediakan fasilitas layanan pengaduan konsumen dimana fasilitas ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi aktif bagi produsen dan konsumen yang memberikan efek positif bagi kedua belah pihak. Efek positif yang diperoleh oleh produsen dengan adanya komplain atau masukan dari konsumen yaitu membantu produsen untuk meningkatkan kualitas dan kinerjanya, sedangkan efek positif bagi konsumen yaitu untuk dapat mendapatkan kenyamanan dan kepuasan saat proses pemenuhan kebutuhan terjadi. Dengan kata lain komplain atau pemberian masukan memberi efek positif jika dilakukan dengan baik dan kesadaran penuh baik dari pihak produsen maupun konsumen.

Apakah keluhan tersampaikan? Kurangnya informasi, susahnya proses pengaduan, dan fasilitas pengaduan yang berbeda tergantung perusahaannya menjadi masalah bagi banyak konsumen yang membuat konsumen malas dan enggan menyampaikan keluhan dan masukannya bagi perusahaan penyedia barang dan layanan jasa. Tentunya hal ini menjadi masalah bagi kedua pihak. Produsen tidak dapat mengetahui kekurangannya sehingga menghambat peningkatan kinerjanya, sedangkan konsumen merasa tidak puas dan tidak nyaman atas kualitas barang atau layanan jasa yang diterima.

Bagaimana solusinya?  Hal inilah yang menarik perhatian kami untuk dapat membantu masyarakat untuk menyalurkan segala aspirasi mereka dan keluhan mereka terhadap berbagai perusahaan penyedia barang dan layanan jasa yang ada saat ini. suarakan.com kini hadir di tengah – tengah masyarakat untuk mempermudah masyarakat menyampaikan segala keluhan dan saran mereka.

APA ITU suarakan.com?  Adalah inovasi baru berupa layanan berbasis internet yang memungkinkan pihak tersebut untuk meyelesaikan aduan melalui mekanismenya sendiri lalu memberikann tanggapan melalui situs suarakan.com.

MENGAPA suarakan.com? Kemudahan yang kami tawarkan tidak perlu diragukan lagi. Konsumen tidak perlu kesusahan mencari tahu alamat pengaduan pelanggan suatu perusahaan. Layanan kami dapat diakses dengan mengunjungi domain http://suarakan.com melalui berbagai perangkat yang terkoneksi dengan internet, seperti computer, laptop, tablet, maupun smartphone. Layanan suarakan.com sepenuhnya gratis bagi seluruh pengguna. Kami hadir dengan visi membangun pelayanan pelanggan yang lebih baik di Indonesia melalui internet.

DARI MAHASISWA, OLEH MAHASISWA, UNTUK MAHASISWA.

Kami adalah mahasiswa yang juga mencoba untuk mendengarkan aspirasi – aspirasi mahasiswa di sekitar kami. Sehingga tidak hanya menampung keluhan konsumen, kamu juga menghadirkan wadah yang dapat menampung segala aspirasi dan keluhan mahasiswa di universitas kami yaitu Universitas Udayana.

UNUD.SUARAKAN.COM merupakan invovasi kedua kami yang kami persembahkan untuk mahasiswa – mahasiswa Udayana. Aspirasi dan masukan – masukan mereka adalah salah satu hal penting dalam pembangunan Udayana ke arah yang lebih baik. Di sini kami hadir untuk memudahkan mahasiswa – mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya. Hanya dengan mengunjungi unud.suarakan.com , mereka dapat dengan mudah meyalurkan aspirasinya. Hanya bermodalkan nama dan NIM, mahasiswa dapat menyalurkan keluhan dan aspirasinya di web unud.suarakan.com.

1 Keluhan = 1 Kemajuan

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 3

POSTER

Little Sweetness Will Brings Happiness

Apa yang anda pikirkan jika mengingat sosok mahasiswa? Apakah yang anda pikirkan adalah sesosok pelajar yang berdedikasi terhadap bidang keilmuan yang digelutinya atau seorang akademisi yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan kegiatan belajar maupun penelitian saja? Sekarang coba anda renungkan kembali seperti apa sosok mahasiswa masa kini. Melihat fakta di kehidupan kita sekarang, banyak mahasiswa melakukan hal – hal yang bahkan tidak bisa dipikirkan sebelumnya. Kini banyak dari mereka yang menyeimbangi kegiatan belajar sebagai mahasiswa dengan aktifitas menarik lainnya seperti melakukan hobi yang disukai. Hal tersebut yang memperkaya wawasan mahasiswa masa kini dengan ilmu – ilmu tentang berbagai bidang. Itulah yang kami lakukan saat ini. Kami berusaha mengimbangi kegiatan belajar di kampus dengan hobi yang kami sukai. Waktu yang tepat ketika kami diberikan tugas oleh dosen mata kuliah Psikologi Sosial II, untuk membuat projek “Social Entrepreneurship”. Projek ini bertujuan untuk memberdayakan kami sebagai mahasiswa agar dapat membuat karya yang nantinya berguna bukan hanya untuk kami sendiri namun juga orang lain.

Pada awalnya kami tidak mendapatkan ide yang mencerminkan identitas kami dalam projek ini. Namun, berdasarkan kami semua yang adalah seorang perempuan akhirnya kami memutuskan untuk membuat sesuatu yang kami bisa lakukan yaitu memasak. Dengan memasak kami berharap selain dapat mengerjakan projek, juga dapat membuat orang disekitar kami merasa senang dengan makanan kami. Kami membuat makanan ringan yang banyak digemari oleh mahasiswa seperti, membuat hidangan kecil berbahan coklat dan camilan bergizi dengan kandungan yang kaya manfaat. Makanan yang kami buat antara lain, “Chococheese Brownies”, “Triple Chocoflakes”, “Bitterballen”, “Chocoball”, dan “Risol isi Daging”. Bahan – bahan dari makanan yang kami buat terjamin kualitas serta kandungan gizi yang tak luput dari perhatian kami.

Disamping membuat hidangan yang tak hanya lezat dan bergizi, kami sebagai mahasiswa tanggap akan kondisi orang – orang disekitar yang membutuhkan uluran tangan kami. Sebagai mahasiswa Prodi Psikologi FK Unud, kami tentu saja memperhatikan kondisi kesehatan dari masyarakat di sekitar kampus. Terutama pasien – pasien yang berobat di RS. Sanglah, dimana lokasi RS. Sanglah dekat dengan kampus FK Unud. Jika memperhatikan kondisi disekitar RS. Sanglah banyak ditemukan berbagai yayasan amal maupun rumah singgah sebagai tempat beristirahat pasien rawat jalan yang berobat di RS. Sanglah. Hal itulah yang menjadi perhatian kami saat mendapat informasi mengenai salah satu rumah singgah kanker yang terletak di dekat RS. Sanglah. Akhirnya, kami memutuskan membagi hasil dari penjualan makanan yang kami buat untuk diberikan kepada rumah singgah kanker milik Bapak Wayne Gerungan.

Disana kami melakukan kunjungan seraya memberikan langsung bantuan berupa sembako dan kebutuhan mck seperti beras, gula, sabun, obat nyamuk, dll. Kunjungan yang kami lakukan beberapa waktu lalu dapat membuka mata kami akan kehidupan pasien rawat jalan yang tinggal di rumah singgah. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai praktisi kesehatan untuk membantu para pasien rawat jalan yang tinggal di rumah singgah contohnya, dengan memberikan bantuan berupa barang ataupun dukungan dalam memelihara kesehatan mereka. Dari informasi yang kami terima, pasien sangat menantikan sosok dokter dan psikolog dalam membantu merawat kesehatan maupun memberikan dukungan motivasi agar dapat melancarkan pengobatan mereka. Berangkat dari menjual makanan, semoga dengan bantuan yang kami berikan dan melalui artiket ini dapat membuka mata masyarakat untuk lebih peduli akan orang – orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Tidak lupa, kami dari “Say Nyummy” berterima kasih kepada para pembeli setia produk kami, semoga dengan produk kami dapat membantu banyak pihak.

 

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 4

Poster

Elderly Day Care: Seuntai Gelang untuk Mereka

Pada dasarnya, setiap orang bisa berperan sebagai pembawa perubahan, termasuk mahasiswa. Inisiatif mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam proses perubahan sosial, salah satunya melalui Kewirausahaan Sosial. Menurut Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka, wirausaha sosial adalah individu yang memiliki solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dengan cara mengubah sistem, memberikan solusi dan memengaruhi masyarakat untuk melakukan perubahan.

Ketika mengawali project ini, kelompok 4 membuat boneka handmade berbahan dasar limbah serabut kelapa sebagai produk pertama yang akan dijual. Namun karena terhambat dalam proses pengolahan bahan baku, kami putuskan untuk mengubah produk menjadi gelang yang juga handmade dengan berbahan dasar tali kur dan tali Jepang. Kami targetkan hasil penjualan ini selain cukup untuk menutupi modal dan gaji kami, sebagian dapat kami gunakan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Ranah yang kemudian kami pilih adalah Panti Werdha atau panti Jompo. Mengapa? Karena kami sadari betul bahwa menjadi tua dan lemah adalah proses yang tidak terelakkan. Proses penuaan mempunyai dampak luas dan persoalan yang muncul karena kebutuhan atas pelayanan, kesempatan, dan fasilitas bagi lanjut usia akan bertambah. Keberadaan lansia seringkali dipersepsikan secara negatif dan keliru, di mana lansia dianggap sebagai beban keluarga maupun masyarakat sekitarnya karena kasuistik lansia yang hidupnya sangat bergantung pada orang lain. Sehingga menitipkan lansia ke panti jompo menjadi salah satu alternatif.

Namun lansia kadang sulit beradaptasi terhadap lingkungan maupun suasana baru. Segala fasilitas, situasi dan kegiatan yang terdapat di panti jompo tidak dapat menggantikan suasana rumah. Kesepian yang dirasakan oleh para lansia ini akan memicu munculnya berbagai perasaan negatif seperti berkurangnya harapan dan rasa optimis terhadap kehidupan yang dimiliki. Hati kami tergerak untuk memberi bantuan secara material dan sosial bagi mereka. Kami mulai menghubungi pihak panti jompo dan merencanakan hari kunjungan. Panti Werdha Tresna Wana Sraya menjadi pilihan kami karena lokasinya relatif dekat dengan tempat tinggal kami dan pengelolanya atentif.

Setelah proses produksi, pemasaran, dan penjualan produk selesai, akhirnya hari kunjungan pun tiba. Selasa, 1 Desember 2015 pukul 10.30 WITA kami berangkat ke Panti Werdha Tresna Wana Sraya. Tidak banyak yang kami sumbangkan, hanya 20 kilogram beras, dua krat telur ayam, satu pak balsem urut, serta satu dus air mineral gelas dan kue-kue basah yang kami bagikan selama kunjungan berlangsung. Kami merasa sangat excited.

Sesampainya di sana, kami langsung menemui salah satu pengelola panti. Beliau dengan ramah menerima kami dan memperkenalkan panti jompo tersebut beserta sejarah singkatnya. Ternyata Panti Werdha Tresna Wana Sraya dibagi menjadi dua wilayah wisma; yang terisolir dan tidak. Tentu kami hanya dipersilahkan untuk berinteraksi dengan para lansia yang tinggal di wisma yang tidak terisolir. Para lansia juga ternyatab dirawat dan rutin dicek kondisi  kesehatannya oleh beberapa mahasiswa dari salah satu institusi kesehatan di   Denpasar.

Saat sedang asyik mendengar penjelasan, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara isakan tangis. Refleks, kami menoleh ke arah suara tersebut. Tampak seorang wanita berusia sekitar 30 tahun duduk bersila di jalan setapak sambil menangis memanggil-manggil seseorang yang ia sebut “Bli Komang”, dalam pembicaraannya yang kurang jelas karena bercampur isakan tangis, wanita tersebut berkali-kali menyampaikan keinginannya untuk pulang. Sebelum kami   sempat bertanya mengapa orang dengan usia yang belum tergolong lansia bisa berada di panti ini, pengelola panti langsung menjelaskan bahwa wanita tersebut mengalami kelainan kejiwaan. “Tempo hari ia dibawa kemari oleh seorang pejabat untuk kami rawat. Kami tidak bisa menolak”, ungkapnya.

Kami lalu mengunjungi satu per satu wisma di panti. Para lansia yang kami temui sangat ramah dan ceria. Penyebab mereka sampai bisa dititipkan di   panti berbeda-beda. Ada lansia yang sebatang kara dan memang berniat tinggal di panti jompo, ada yang sengaja dititipkan oleh keluarganya, ada yang gagal dalam pernikahan dan berakhir di panti jompo. Mereka juga punya cara yang berbeda-beda untuk mengisi waktu luangnya, mulai dari menggambar, menyulam, membuat kerajinan tangan dari kain flanel sampai membuat sapu lidi.

Mereka banyak sekali bercerita pada kami. Namun karena waktu kunjungan yang memang dibatasi oleh pihak pengelola, kami harus menyudahi sesi kunjungan tersebut. Berkali-kali mereka mengucap terima kasih karena     telah dikunjungi ketika kami berpamitan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.

 

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 5 

Poster PsyBrary

PsyBrary, Dari Mahasiswa Untuk Mahasiswa

Memasuki semester baru merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu karena akan ada banyak hal baru yang dapat dieksplor oleh mahasiswa. Namun, dengan datangnya semester baru, maka datang pula materi-materi baru dan akan ada pengeluaran-pengeluaran baru yang tidak dapat dihindari.

Mahasiswa dituntut untuk banyak membaca. Sehingga, buku teks kuliah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa. Tetapi, bagaimana jika kantong tidak bisa diajak bekerjasama untuk membeli buku-buku teks kuliah tersebut? Tenang saja! Disini kamu bisa menemukan celah yang bisa kamu gunakan untuk menjaga kantongmu tetap sehat dan tidak kering kerontang.

Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan meminjam buku pada senior-seniormu. Ingatlah bahwa kamu hidup di dunia perkuliahan itu tidak sendiri. Ada banyak senior-senior yang sebelumnya sudah mempelajari apa yang kamu pelajari. Bangun koneksi dengan senior dan pinjam buku teks kuliah mereka. Namun, membangun koneksi dengan senior tidak semudah yang dipikirkan, karena pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang malu-malu untuk memulai komunikasi dengan senior.

Oleh karena itu, PsyBrary (Psychology Library) berusaha untuk memfasilitasi mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang kesulitan dalam mencari buku teks kuliah. Buku-buku yang akan dipinjamkan kepada mahasiswa baru tersebut kami dapatkan dari mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan atas. Sehingga, buku-buku yang sudah tidak digunakan dapat difungsikan kembali.

Untuk dapat meminjam buku di Psybrary, mahasiswa harus mendaftar menjadi anggota atau member yang prosedurnya dapat dilihat di official account Line yang ID-nya @avx6595o. Setelah menambahkan PsyBrary menjadi teman di Line, mahasiswa tersebut dapat langsung bertanya kepada admin dari PsyBrary mengenai segala rincian yang perlu diketahui.

Tidak hanya peminjam yang mendapatkan keuntungan, tetapi, mahasiswa yang meminjamkan bukunya juga mendapat keuntungan berupa royalty sebesar Rp. 1,000 per buku apabila buku yang mereka pinjamkan kepada PsyBrary juga dipinjam oleh mahasiswa lain. Memang royalty yang diberikan tidak terlalu besar, namun manfaat yang diberikan sangat banyak. Selain membantu mahasiswa baru untuk mendapatkan pinjaman buku, buku-buku yang tidak terpakai dapat difungsikan kembali dan tidak terbengkalai di rumah.

Buku-buku yang dipinjamkan oleh mahasiswa kepada Psybrary juga dijaga kerapihan dan kebersihannya. PsyBrary menyampul buku-buku tersebut, agar buku-buku tersebut tidak rusak dan tetap rapih serta bersih.

Hingga saat ini, member Psybrary sudah mencapai 30 orang dengan total peminjaman buku mencapai 51 kali dari 103 buku yang tersedia dalam Psybrary.

Jadi, jangan khawatir kantong kalian akan kering karena harus membeli buku baru, pinjam saja di PsyBrary!

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 6 

Poster SE 6

One Tumbler for Earth

Bumi terusik sampah plastik. Beberapa tahun belakangan, penggunaan plastik mulai menjadi tren di masyarakat. Data yang ada menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun,sekitar 500 milyar – 1 trilyun plastik digunakan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penggunaan plastik meningkat sekitar 14% setiap tahunnya. Namun pengelolaan sampah plastik tidak mendukung peningkatan tersebut. Secara otomatis, ini menyebabkan penumpukkan sampah plastik di sekitar kita. Meskipun telah ada penampungan sampah plastik dan juga pengelolaan sampah plastik, hal ini tetap tidak membantu. Aksi-aksi untuk mengurangi sampah plastik pun telah dilakukan meski belum terlalu banyak dan tidak terlalu terlihat pergerakan serta dampaknya. Mengapa? Sebagian besar disebabkan masih banyaknya masyarakat yang tidak turut serta mendukung aksi-aksi ini. Bukan dalam artian mendukung secara langsung yaitu dengan ikut turun ke lapangan dan melakukan aksi-aksi itu, melainkan mendukung dengan segera sadar akan penggunaan plastik berlebihan adalah kebiasaan buruk sehingga tergerak untuk mengurangi penggunaannya.

Salah satu penggunaan plastik yang paling sering kita temui adalah botol plastik kemasan. Setiap harinya Indonesia menyumbang sekitar 1.900 ton limbah botol plastik kemasan. Bisa kita lihat, masyarakat setiap harinya mengkonsumsi minuman yang menggunakan botol plastik kemasan. Bayangkan berapa jumlah keseluruhan sampah botol plastik kemasan yang ada setiap harinya. dalam 30 hari, berapa banyak sampah tersebut terkumpul? Penelitian mengatakan satu botol plastik kemasan membutuhkan waktu 1.000 tahun lamanya untuk dapat diuraikan dengan sempurna. Bisa dibayangkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan seluruh limbah botol plastik kemasan tersebut.

Berangkat dari fakta di atas, harus ada gerakan pasti untuk mengurangi sampah botol plastik kemasan tersebut. Maka dari itu, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Social Enterpreneurship VI, mengaplikasikan gerakan untuk mengurangi sampah botol plastik kemasan dengan cara melakukan aksi membagi-bagikan botol minum (tumbler) kepada mahasiswa dan dosen di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran UNUD.  Aksi ini diawali dengan melakukan penggalian dana berupa berjualan makanan di area kampus. Dana yang terkumpul digunakan oleh kelompok Social Enterpreneurship VI  untuk membeli tumbler yang kemudian disebarkan ke mahasiswa, pegawai dan dosen dilingkungan Psikologi UNUD. Botol minum ini bisa didapatkan dengan membayar Rp. 5000,00 sebagai bentuk kontribusi kepedulian terhadap lingkungan. Hingga saat ini, sejumlah 50 buah botol minum yang dibagikan kepada dosen, pegawai dan mahasiswa Psikologi.

Diharapkan melalui aksi ini, botol minum yang telah dibagikan  dapat terus digunakan setiap hari dan dengan itu dapat mengurangi sampah botol plastik kemasan yang ada di lingkungan. Kelompok ini meyakini bahwa hal kecil dapat memulai hal yang besar sehingga mereka yakin bahwa dengan membagikan botol minuman akan memicu orang-orang lainnya untuk lebih peduli dengan permasalah plastk di lingkungan kita.

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 7 

 Poster

Dari Sampah Jadi Berkah

 Pernahkah anda terpikir bahwa kita dapat membantu sesama dengan sampah ? jika tidak, semoga project ini dapat membuat anda tersadar bahwa sampah yang selama ini tidak kita perhatikan dapat bermanfaat bagi kita dan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar kita. Hidup dalam lingkungan yang bersih merupakan dambaan setiap insan karena kesehatan manusia tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Terwujudnya suatu kondisi lingkungan yang sehat dan baik dapat dilihat dari pengelolaan sampah yang baik.

Sampah ibaratkan pisau bermata dua. Jika dikelola dengan baik sampah akan bermanfaat. Sebaliknya, jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah, misalnya dapat dilihat dari hal kecil yaitu membuang sampah sembarangan yang akan menyebabkan banjir.

Jenis sampah juga beraneka ragam. Ada sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, kulit biji dari buah dan sayur, tulang ikan, dedaunan kerong, kayu, kotoran hewan dan manusia. Sedangkan sampah anorganik seperti ban bekas, plastik, besi, kaca, limbah pabrik, kaleng, kardus bekas, tetrapack. Sampah tetrapack salah satu jenis sampah yang mudah ditemui di rumah tangga, sekolah, kampus, bahkan di tempat perbelanjaan. Tidak hanya mudah ditemui, sampah tetrapack juga dapat didaur ulang menjadi barang berguna seperti alas gelas, tas, buku, serta kerajinan tangan seperti tikar. Namun sayangnya saat ini belum banyak orang yang mengetahui hal tersebut.

Dari hasil  mengumpulkan sampah tetrapack ini kemudian didaur ulang menjadi barang yang berguna seperti buku, tas, kerajinan tangan, dan lain-lain. Hasil daur ulang tersebut kemudian dijual kembali dan menghasilkan uang. Bagi yang masih penasaran silahkan mencoba mengumpulkan sampah tetrapack dan bekerja sama dengan bank sampah terdekat.

Untuk saat ini project ini bertujuan untuk melakukan penggalian dana membantu saudara kita yang terkena kabut asap. Dari hasil penjualan buku yang berasal dari daur ulang sampah akan kami sumbangkan. Buat yang berkeinginan menyumbangkan sampah tetrapack atau dana bisa hubungi kamu di Inkubator Bisnis Unud Jl. Pb Sudirman / Kipli (082236166665). Tunggu apalagi ? Yuk bergabung bersama kami, one tretapack for help haze project 2015 (Kelompok 7 Social Entrepreneurhip Project)

Artikel Sosial Enterpreneour Ship 8

Poster Kelompok 8

Be Candle to Other People

There are two ways of spreading light: to be the candle or the mirror that reflects it. – Edith Wharton –

Candle adalah sebuah kata yang diadopsi dari Bahasa Inggris, yang artinya lilin. Semua orang pasti sudah tau fungsi dari lilin adalah menerangi kegelapan, digunakan pada beberapa ritual keagamaan dan juga saat berulang tahun sebagai simbolis terangnya kehidupan (Corwin, 1986). Terkait dengan kata-kata mutiara oleh Edith Wharton, apabila diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu ada dua cara untuk menyebarkan cahaya: menjadi lilin atau cermin yang memantulkan cahaya lilin itu. Dalam hal ini cahaya dapat diumpamakan sebagai wujud kasih sayang kita pancarkan kepada siapapun dengan cara berbagi kebahagiaan. Berbagi kebahagiaan yang tujuannya untuk mensejahterakan kehidupan manusia, dapat kita lakukan salah satunya dengan cara melakukan kegiatan sosial yakni Social Entrepreneurship.

Social Entrepreneurship adalah suatu kegiatan kewirausahaan yang tidak semata-mata menjadikan profit (keuntungan) sebagai hal utama, melainkan misi untuk mengatasi problem sosial yang bertujuan untuk melakukan perubahan sosial (social change) meliputi kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan (Santosa, 2007).  Dengan berpedoman pada konsep tersebut, maka kami selaku mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana atas nama A.A. Istri Dessy Sri Wangi, I Made Dian Permana, I Gusti Agung Diah Rusdayanti, Komang Mega Trisnayani, Putu Sokalia Anjani, Putu Agung Sri Devi, Ketut Vety Christianthy  dan I Gusti Ngurah Ade Padana, melakukan kegiatan sosial ke salah satu panti asuhan yang bertempat di Kota Denpasar, sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir Psikologi Sosial 2 di Semester III.

Adapun panti asuhan yang menjadi sasaran yaitu Panti Asuhan Tat Twam Asi. Alasannya, ketika melakukan survei lapangan kami mendapatkan informasi bahwa panti asuhan ini masih memerlukan bantuan baik berupa dana maupun barang. Mengingat anak-anak di bawah naungan panti selalu bertambah, dan meningkatnya biaya pendidikan, maka kami memberikan bantuan yang merupakan hasil dari kegiatan kewirausahaan yakni penjualan candle ice, dan cheese spaghetti.

Dalam pemasarannya, kami menjual makanan tersebut di intern kampus Udayana, Jalan Jendral Sudirman. Tak jarang pula kami memasarkannya ke tempat-tempat umum antara lain di Pantai Sanur dan kawasan Niti Mandala Renon. Hasil dari penjualan candle ice dan cheese spaghetti ini selama 1 bulan berjalan mencapai 700 ribuan. Dari pemasukan inilah kami menyumbangkan hampir 80%  untuk mangadakan kegiatan sosial salah satunya yakni memberikan bantuan kepada adik-adik di panti asuhan tersebut.

Acara yang kami adakan pada tanggal 7 Desember 2015 di panti tersebut, kami awali dengan games yang bertujuan untuk lebih meningatkan kerjasama, kebersamaan dan kekompakkan diantara adik-adik panti. Seusai games, dilanjutkan dengan evaluasi mengenai nilai-nilai yang diperoleh dari games tersebut dan sharing time antara kami dan adik-adik panti asuhan mengenai pengalaman dan cita-cita. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan berupa perlengkapan sekolah serta alat kebersihan yang ditujukan kepada pihak panti asuhan.

Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh ketua Panti Asuhan Tat Twam Asi. Adik-adik panti juga sangat antusias dengan kegiatan yang kami lakukan, walau sederhana namun mereka sangat menikmati dan nampaknya tidak ingin mengakhiri acara tersebut. “Terimakasih banyak ya, kalau bisa datang kemari lagi, berbagi pengalaman bersama adik-adiknya dan mohon dipantau perubahan perilaku mereka” kata Ibu Dewi , selaku ketua panti.

Kami berharap project Social Entrepreneurship dapat terus berlanjut dalam bentuk kegiatan sosial lainnya dan juga dapat menggerakan kaum muda khususnya mahasiswa agar lebih peduli terhadap kesejahteraan sosial. Dengan itu maka semakin banyak lilin-lilin yang menyala untuk berbagi sinar kasih dan kebahagiaan kepada setiap manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>