Eksplorasi Potensi Flavonoid Daun Ubi Jalar untuk Diabetes Melitus di Ujian Terbuka FK Unud

Eksplorasi Potensi Flavonoid Daun Ubi Jalar untuk Diabetes Melitus di Ujian Terbuka FK Unud


Bertempat di Ruang Pertemuan Dr. A.A. Made Djelantik Lt. 4 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman Denpasar Bali. Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan ujian terbuka Promosi Doktor dengan kandidat promovenda, apt. Ni Kadek Santi Maha Dewi, S.Farm., M.Pharm.Sci., dengan judul disertasi “Potensi Flavonoid Ekstrak Etanol Ipomoea Batatas L. dalam Memodulasi Jalur Glp-1 dan Inhibisi Enzim Dpp-Iv pada Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Studi In Silico dan In Vivo”. (23/9/2026)


Prevalensi diabetes melitus tipe 2 secara global yang diproyeksikan terus meningkat sehingga mendorong kebutuhan mendesak akan agen fitoterapi yang mampu memperbaiki sekresi insulin dan mengontrol glikemik secara fisiologis melalui modulasi jalur inkretin. Daun Ipomoea batatas L. (IBL) mengandung flavonoid dengan potensi antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme aksi IBL dengan membuktikan efikasi ekstrak etanol daun IBL yang kaya flavonoid secara in vivo dan in silico, serta menetapkan Q-Marker pada berbagai varietas lokal. 


Metode penelitian diawali dengan kajian sistematis (systematic review) berbasis pedoman PRISMA terhadap basis data global. Selanjutnya, dilakukan uji in vivo selama 21 hari pada tikus Wistar model DMT2 yang diberi sediaan ekstrak etanol kapsul daun IBL dengan dosis flavonoid total (0,297; 0,594; dan 0,891 mgEQ/g) untuk menganalisis kadar GLP-1, C-peptida, dan HbA1c. Mekanisme aksi dan profil ADME dievaluasi secara in silico terhadap reseptor GLP-1 serta enzim DPP-IV. Tahap akhir adalah penentuan profil kromatogram HPTLC-densitometri pada tujuh varietas IBL untuk validasi Q-Marker. 


Hasil kajian sistematis mengonfirmasi bahwa flavonoid IBL bekerja multi-organ, khususnya melalui stimulasi sekresi GLP-1 dan penghambatan DPP-IV. Uji in vivo membuktikan kapsul ekstrak etanol daun IBL dengan flavonoid total dosis tertinggi (0,891 mgEQ/g) secara signifikan meningkatkan kadar C-peptida secara dose-dependent, memicu kenaikan konsentrasi GLP-1, dan menurunkan HbA1c mendekati kontrol normal. Analisis in silico mengonfirmasi flavonoid aglikon berinteraksi kuat pada reseptor GLP-1 dan menghambat DPP-IV dengan bioavailabilitas oral tinggi. Uji HPTLC mengidentifikasi lima puncak kromatogram flavonoid aglikon yang konsisten pada seluruh varietas IBL dengan kemiripan spektral tinggi. 


Flavonoid IBL terbukti memodulasi jalur inkretin melalui reseptor GLP-1 dan menghambat enzim DPP-IV dari formulasi kapsul. Kemudian lima puncak flavonoid terkonfirmasi sebagai Q-Marker muncul secara konsisten pada 7 varietas IBL.


Ujian ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT., Subsp.Onk.Ort.R(K)., dengan tim penguji:

1. Prof. Dr. rer. Nat. Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt., M.Si. (Promotor)

2. Prof. Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes (Kopromotor I)

3. Dr. dr. Made Ratna Saraswati, Sp.PD,KEMD., FINASIM (Kopromotor II)

4. Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si

5. Prof. Dr. dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A (K)

6. Dr.rer.nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si

7. Dr. Dra. Ida Ayu Alit Widhiartini, Apt., M.Si

8. Dr. apt. Dewa Ayu Swastini, S.F., M.Farm

9. dr. Made Winarsa Ruma, S.Ked., Ph.D


Dengan undangan akademik : 

1. Dr. dr. I Gusti Ayu Widianti, M.Biomed

2. Dr. dr. Ida Ayu Dewi Wiryanthini, S.Ked., M.Biomed.

3. Dr. apt. I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia, M.Si

4. Dr. apt. Eka Indra Setyawan, S.Farm., M.Sc

5. apt. Made Ary Sarasmita, S.Farm.Klin., Ph.D


Pada ujian kali ini, Dr. apt. Ni Kadek Santi Maha Dewi, S.Farm., M.Pharm.Sci ., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke 508 Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan.