Asesmen Lapangan Akreditasi LAM-PTKes Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Asesmen Lapangan Akreditasi LAM-PTKes Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) melaksanakan asesmen lapangan dalam rangka akreditasi Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud). Khusus bagi program studi baru, akreditasi bertujuan untuk menjamin kelayakan, menetapkan status akreditasi, serta memastikan program studi kesehatan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Proses ini penting untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan, melindungi masyarakat, dan memberikan pengakuan resmi terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Asesmen lapangan dibuka secara resmi di Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik, Gedung FK Unud, Denpasar, dan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu pada 13–15 April 2026. Kegiatan ini dinilai oleh tiga asesor, yaitu:
1. Dr. dr. Sony Wibisono Mudjanarko, Sp.PD, K-EMD, FINASIM
2. Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD-KGer, MPH, FINASIM
3. Dr. dr. H. Zulkhair Ali, Sp.PD-KGH, FINASIM
Acara pembukaan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT(K), Subsp.Onk.Ort.(R), dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., yang sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Prof. Eka menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas terbesar di Universitas Udayana dengan mengelola 38 program studi, yang mencakup jenjang sarjana, profesi, magister, doktor, hingga spesialis. Dalam aspek tata kelola, Fakultas Kedokteran berkomitmen penuh untuk mencapai akreditasi unggul melalui penguatan sistem penjaminan mutu. Mekanisme yang dijalankan meliputi Audit Mutu Internal (AMI) yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh UP3M dan LP3M, kemudian ditindaklanjuti melalui Rapat Tinjauan Manajemen mulai dari tingkat program studi hingga universitas. Pihak fakultas menegaskan bahwa penilaian eksternal melalui asesmen ini sangat krusial untuk memberikan potret yang objektif dan jujur mengenai kualitas institusi, yang tidak dapat diperoleh hanya melalui penilaian internal semata.
“Kami menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung para asesor dengan menyediakan data dan dokumen yang diperlukan demi kelancaran proses asesmen lapangan akreditasi,” imbuh Prof. Eka.
Sementara itu, Prof. Sujaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran merupakan jantung dinamika akademik Universitas Udayana karena menyumbang sekitar 27 persen dari total program studi yang ada. Saat ini, Fakultas Kedokteran mengelola 38 program studi, dengan 21 di antaranya merupakan program pendidikan dokter spesialis dan 3 program studi subspesialis. Menurutnya, Fakultas Kedokteran juga sangat progresif dalam membuka program studi baru. Dari total 38 program studi yang ada, sekitar 70 persen telah menyandang predikat Unggul. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu internal di Fakultas Kedokteran telah berjalan dengan baik.
Ia juga berharap para asesor dapat memberikan masukan yang komprehensif dari berbagai sudut pandang demi peningkatan mutu lulusan. Hal tersebut dinilai penting mengingat tantangan kesehatan di Bali yang sangat dinamis sebagai destinasi pariwisata dunia. Universitas Udayana sendiri menargetkan peningkatan persentase program studi berstatus Unggul di lingkungan universitas menjadi 63 persen pada tahun ini. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 83 program studi di Universitas Udayana telah meraih akreditasi Unggul.
“Kami sangat optimistis Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam dapat meraih akreditasi Unggul pada visitasi pertamanya. Ini akan menjadi catatan sejarah bagi Universitas Udayana. Melalui proses akreditasi ini, Universitas Udayana berharap dapat terus menjamin kompetensi lulusan sesuai dengan visi Unggul, Mandiri, dan Berbudaya, serta mampu memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia dan mendukung sektor pariwisata kesehatan di Bali,” imbuh Prof. Sujaya.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sumber Daya Manusia RS Universitas Udayana, Ketua LPPM, Ketua LP3M, Ketua USDI, Ketua UPT Perpustakaan, Ketua Senat FK Unud, para Wakil Dekan FK Unud, para Koordinator Program Studi, para Ketua Departemen dan Ketua Unit di lingkungan FK Unud, serta Tim Task Force Akreditasi Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Selama tiga hari pelaksanaan asesmen lapangan, tim asesor menjalankan berbagai agenda, meliputi:
1. Wawancara dengan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan tim task force
2. Evaluasi terhadap dosen yang mengajar pada program studi
3. Wawancara dengan tenaga kependidikan terkait layanan akademik dan nonakademik
4. Diskusi dengan pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa
5. Kunjungan ke wahana pendidikan klinik
Melalui kegiatan ini, diharapkan Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam FK Unud dapat terus memperkuat mutu akademik dan tata kelola institusi guna meraih akreditasi unggul serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.



UNIVERSITAS UDAYANA