Mengulas Potensi Terapi Eksosom Melawan Kebutaan Kornea di Ujian Terbuka Promosi Doktor FK Unud
Mengulas Potensi Terapi Eksosom Melawan Kebutaan Kornea di Ujian Terbuka Promosi Doktor FK Unud
Bertempat di Ruang Pertemuan Lt. III Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman Denpasar Bali, Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan ujian terbuka Promosi Doktor dengan kandidat promovenda, dr. Siska, Sp.M(K)., M.Kes., dengan judul disertasi “Perbandingan Pengaruh Injeksi Intra Kamera Antara Sel Punca Mesenkim Tali Pusat (Spm-Tp) dan Eksosom pada Endotel Kornea Kelinci yang Rusak”. (22/9/2026)
Disfungsi endotel kornea merupakan penyebab utama kebutaan akibat keterbatasan kemampuan regenerasi sel endotel kornea (corneal endothelial cells/CEC). Sel punca mesenkimal asal tali pusat (SPM-TP) dan eksosomnya berpotensi menjadi terapi regeneratif, namun bukti mengenai hubungan dosisrespons serta efektivitas SPM-TP dibandingkan eksosom masih terbatas. Penelitianini bertujuan mengevaluasi pemberian intrakameral SPM-TP dosis 140.000 dan 250.000 sel serta eksosom (4,5×10⁸ partikel/10 μL) terhadap ketebalan kornea sentral (CCT), kejernihan kornea, kepadatan sel endotel (ECD), heksagonalitas (HEX), variasi koefisien (CV), histologi, Na/K-ATPase, ZO-1, n-Cadherin, SMAD6/7, TGF-β2 pada model cedera endotel kornea kelinci.
Penelitian eksperimental post-test-only menggunakan 21 kelinci New Zealand White jantan. Cedera diinduksi melalui pengikisan (scraping) membrane Descemet berdiameter 8 mm, kemudian diberikan satu kali injeksi intracameral berupa balanced salt solution (BSS), SPM-TP 140.000 sel, SPM-TP 250.000 sel atau eksosom. Evaluasi dilakukan pada baseline, hari ke-7, dan hari ke-14 menggunakan slit-lamp, mikroskopi spekular, tonometri, histologi H&E, kadar Na/K-ATPase, ZO-1, n-Cadherin, SMAD6/7, TGF-β2.
Seluruh hewan bertahan hidup hingga akhir penelitian. Pada hari ke-14, kelompok SPM-TP 140.000 dan eksosom menunjukkan stabilisasi ECD, normalisasi CCT, serta kejernihan kornea lengkap. Kelompok eksosom memiliki heksagonalitas tertinggi (74,3±4,5%) dan CV terendah (14,3±4,2%), menunjukkan morfologi endotel yang lebih baik. Kelompok SPM-TP 250.000 menunjukkan hasil yang lebih bervariasi akibat satu mata mengalami dekompensasi kornea disertai peningkatan CCT, opasitas berat, dan peningkatan tekanan intraokular yang memerlukan terapi timolol. Pada kelompok pemberian eksosom, marker Na/KATPase dan TGF-β2 dalam cairan aquos paling mendekati kadar yang menuju perbaikan endotel kornea.
Pemberian intrakameral eksosom mendukung pemulihan struktur dan fungsi endotel kornea setelah cedera. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi bebas sel berbasis eksosom merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk regenerasi endotel kornea dan layak diteliti lebih lanjut Kata kunci: endotel kornea; sel punca mesenkimal; tali pusat; eksosom; injeksi intrakameral; endotel kornea kelinci
Ujian ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT., Subsp.Onk.Ort.R(K)., dengan tim penguji:
1. Dr. dr. Anak Agung Mas Putrawati Triningrat, Sp.M(K). (Promotor)
2. dr. Radiana Dhewayani Antarianto, M.Biomed, Ph.D (Kopromotor I)
3. Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes
4. Prof. Dr. dr. Heri Suroto, Sp.OT., SubSp.TLBM(K)
5. Prof. Dr. dr. Ni Made Linawati, S.Ked., M.Si
6. Dr. dr. Made Ratna Saraswati, Sp.PD,KEMD., FINASIM
7. Dr. dr. I Wayan Suranadi, Sp.AnTI,Subsp.T.I.(K)
8. Dr. dr. Putu Yuliawati, Sp.M(K)
9. Dr. dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M(K)
Dengan undangan akademik :
1. Dr. dr. I Wayan Gede Jayanegara, Sp.M(K)
2. Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, M.Kes
3. Dr. dr. Ari Andayani, Sp.M(K)., MH.Kes
4. Dr. dr. I Wayan Eka Sutyawan, Sp.M(K)
5. Dr. dr. Ni Made Ayu Surasmiati,
M.Biomed., Sp.M(K)
Pada ujian kali ini, Dr. dr. Siska, Sp.M(K)., M.Kes., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke 507 Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan.


UNIVERSITAS UDAYANA