Rabu, 18 maret 2020

Dekan Fakultas Kedokteran (Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa Sp.B , Sp.OT (K) ) didampingi oleh wakil dekan bidang umum dan keuangan ( Dr. dr. Anak Agung Wiradewi Lestari S.Ked , Sp.PK) beserta Direktur RS UNUD ( DR. dr. Dewa Gde Purwa Samatra, Sp. S (K)) dan Kabid pelayanan medik & keperawatan RS UNUD ( dr. I Wayan Aryabiantara, Sp. An. KIC ) didampingi dengan Korprodi Mikrobiologi Klinik FK Unud ( Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti Sp.MK (K)) mengadakan Teleconference bersama Dirjen Dikti bertempat di Ruang Sidang Dekan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit Pendidikan Seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini Dekan FK Unud menyampaikan beberapa laporan kepada Bapak Dirjen Dikti, yaitu :
1).FK Unud sudah membentuk 3 tim penanganan pelayanan pasien yang terdiri dari:
(a). Epidemiologi, sudah melakukan kontrak trasing bersama pemprov Bali.
(b). Brongkos
(c). Diagnostik, hasil didapat dari balai Bankes. Makin cepat hasil diagnostik, makin cepat klasifikasi terhadap pasien.

2. Sementara pelayanan untuk pasien covid-19 masih di pusatkan di RS Sanglah Denpasar.

3). Hasil rapat dengan dinas pemprov Bali :
(a). RS Sanglah tidak punya alat pemeriksaan diagnostik, yang punya RSBM, dan pemprov akan menggeser alat tersebut ke RS Sanglah ( BSL2)
(b). Reagen tidak tersedia.
(c). Masalah kekurangan APD.
Laporan Direktur RS Unud kepada bapak dirjen Dikti :
1). RS Unud memiliki 3 ruang iso. Sudah pernah merawat 3 pasien. Terdiri dari 2 pasien status dalam pengawasan dan 1 pasien tidak sesuai kriteria covid-19. Ke 3 pasien tersebut dari luar negeri.
2). Hanya bisa merawat pasien status dalam pengawasan.
3). Hasil lab yg dikirim ke Jakarta harus mengunggu sampai 3 hari.
4). Kendala kekurangan APD.
Tujuan diadakannya Teleconference tersebut guna untuk mencegah meluasnya Covid-19 di Indonesia, khusus di Bali.

Share this Post:

Related Posts: