Fisioterapi FK Unud Selenggarakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)
Fisioterapi FK Unud Selenggarakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)
Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan akademik ini berlangsung selama dua hari di Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik, Gedung FK Unud, Kampus Sudirman, Denpasar, pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026.
Lokakarya yang mengusung tema “Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education untuk Menghasilkan Lulusan Fisioterapi yang Unggul, Adaptif, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat” ini digelar dengan tujuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, penetrasi teknologi kesehatan terbaru, tuntutan pemangku kepentingan (stakeholders), serta arah kebijakan pendidikan tinggi nasional terkini dimana keunggulan Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi adalah Fisioterapi Berbasis Pariwisata yang berkaitan dengan kesehatan pariwisata, yang berfokus pada kebugaran dan kesehatan fisik wisatawan serta pekerja industri pariwisata.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK Unud, Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked., M.P.H., Ph.D. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Ady Wirawan menekankan pentingnya rekonstruksi kurikulum agar lulusan tidak hanya kokoh secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang adaptif.
"Tantangan utama pada program profesi saat ini terletak pada penguatan wahana pendidikan serta urgensi standarisasi sistem asesmen kompetensi yang konsisten dan akuntabel. Pendidikan fisioterapi memiliki karakteristik unik karena pembelajaran klinisnya menuntut pengalaman praktik langsung secara mandiri (hands-on). Oleh karena itu, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan struktur kurikulum OBE harus dirancang secara terintegrasi agar para lulusan matang saat diterjunkan ke dunia kerja," tegas Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked., M.P.H., Ph.D.
Rangkaian agenda lokakarya dibagi secara terstruktur dalam dua hari pelaksanaan:
• Hari Pertama (Jumat, 23 Oktober 2026): Berfokus pada Sesi Klinik Kurikulum bersama narasumber ahli dari Organisasi Profesi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Pusat dan Asosiasi Pendidikan Fisioterapi Indonesia (APTIFI). Agenda dilanjutkan dengan Stakeholder Hearing (Forum Dengar Pendapat) yang melibatkan unsur pengguna lulusan (user), alumni, perwakilan mahasiswa aktif, hingga jajaran dosen.
• Hari Kedua (Sabtu, 24 Oktober 2026): Diisi dengan penguatan desain kurikulum oleh Unit Keamanan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (UP3M) FK Unud, kerja kelompok perumusan CPL dan struktur makro blok kurikulum, serta ditutup dengan Sidang Validasi, Penetapan Rekomendasi, dan Penandatanganan Berita Acara bersama.
Melalui penyelenggaraan lokakarya ini, FK Unud berkomitmen merumuskan rancangan struktur kurikulum, sistem metode asesmen, dan tata kelola praktik klinik yang semakin solid. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi fisioterapis yang kompeten, profesional, dan siap menjawab segala tantangan di dunia kerja medis.


UNIVERSITAS UDAYANA