Bangun Literasi Sejak Dini, Prodi Kedokteran Jiwa FK Unud Gelar Penyuluhan Dampak Adiksi Gadget Bagi Remaja
Bangun Literasi Sejak Dini, Prodi Kedokteran Jiwa FK Unud Gelar Penyuluhan Dampak Adiksi Gadget Bagi Remaja
Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berkolaborasi dengan Suryani Institute for Mental Health menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan mental bagi siswa SMP Albanna Denpasar di Ruang Pertemuan dr. A. A. Made Djelantik, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental sejak usia remaja, sekaligus membekali siswa agar mampu mengenali berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan turut dihadiri oleh Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Sp.KJ(K), MARS selaku Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta Kepala SMP Albanna Denpasar, Sariwati, S.Pt., M.Pd, dan para guru SMP Albanna.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Sp.KJ(K), MARS menekankan pentingnya membangun literasi kesehatan mental sejak usia sekolah agar remaja mampu mengenali kondisi dirinya, memahami perubahan emosi, serta mengetahui kapan dan kepada siapa mereka dapat mencari bantuan. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang remaja.
Rangkaian penyuluhan diawali dengan pemaparan materi oleh dr. Ayu Indra Rumpa dengan materi “Mental Health pada Remaja”. Siswa diajak memahami bahwa kesehatan mental tidak sekadar berarti terbebas dari gangguan jiwa, tetapi juga kemampuan untuk menghadapi stres sehari-hari, membangun hubungan yang sehat, mengenali emosi, dan mengembangkan potensi diri.
Materi kedua mengenai “Adiksi Gadget” disampaikan oleh dr. Komang Pande Pradana. Melalui sesi ini, siswa diajak menggunakan teknologi secara lebih bijak dengan membangun kontrol diri dan batas penggunaan yang sehat agar gadget tidak mengganggu waktu belajar, tidur, aktivitas fisik, maupun interaksi dengan keluarga dan teman.
Penyuluhan dilanjutkan oleh Dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, dr., Sp.K.J.(K) dengan materi “Bullying dan Dampak Bullying terhadap Mental Health”. Siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan tidak menormalisasi perundungan sebagai bagian dari pergaulan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa dalam sesi diskusi. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan mengenai apakah komentar terhadap bentuk tubuh atau warna kulit dapat dikategorikan sebagai bullying, serta bagaimana membedakan relasi senior-junior yang wajar dengan tindakan perundungan. Diskusi menekankan pentingnya memahami konteks, menghormati batasan orang lain, serta mengembangkan empati dalam pergaulan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK Unud bersama Suryani Institute for Mental Health berharap siswa semakin mampu mengenali dan menjaga kesehatan mental, menggunakan teknologi secara bijak, membangun hubungan sosial yang sehat, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.


UNIVERSITAS UDAYANA