Lokakarya Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD Perkuat Kurikulum dan Mutu Pendidikan Psikiatri

Lokakarya Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD Perkuat Kurikulum dan Mutu Pendidikan Psikiatri


Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) menyelenggarakan lokakarya pengembangan kurikulum sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan dokter spesialis psikiatri, menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan kesehatan jiwa, serta memastikan keselarasan dengan standar pendidikan dan akreditasi, pada 23 September 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Gedung FK UNUD Sudirman, Denpasar, ini mempertemukan unsur pimpinan fakultas, departemen, program studi, tim penjaminan mutu, Kolegium Psikiatri Indonesia, dosen, peserta didik, serta unsur terkait lainnya untuk membahas pengembangan kurikulum secara komprehensif.


Ketua panitia kegiatan Lokakarya, dr. I Gusti Agung Ayu Widyarini, dr., Sp.KJ, menekankan pentingnya lokakarya sebagai ruang untuk menyelaraskan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan ilmu dan standar mutu pendidikan.


“Melalui penyelenggaraan lokakarya ini, diharapkan terwujud struktur kurikulum yang responsif terhadap isu kesehatan jiwa kontemporer dan standar akreditasi, meningkatnya sinergi antara dosen pembimbing, peserta didik (PPDS), dan rumah sakit pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif” ucap dr. I Gusti Agung Ayu Widyarini. 


Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked, MPH., Ph.D., yang menegaskan pentingnya penguatan kurikulum dan mutu pendidikan dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan dokter spesialis kedokteran jiwa.


Kegiatan diawali dengan penyampaian arah kebijakan akademik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melalui pemaparan visi, misi, dan Rencana Strategis (RENSTRA) FK UNUD oleh Ketua UP3M FK UNUD, Dr. dr. I Wayan Juli Sumadi, Sp.P.A., Subsp. M.S. Paparan ini membahas arah kebijakan akademik fakultas, prioritas strategis, target mutu, serta implikasi RENSTRA terhadap penyusunan kurikulum program studi.


Selanjutnya, I Gusti Ayu Indah Ardani, dr., Sp.K.J., Subsp. A.R.(K) selaku Ketua Departemen Psikiatri FK UNUD menyampaikan visi, misi, dan RENSTRA Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa. Pembahasan mencakup pembaruan RENSTRA program studi, fokus pengembangan akademik, serta analisis kesesuaian antara arah strategis program studi dengan kebutuhan layanan kesehatan jiwa.



Membahas Kurikulum dari Perspektif Program Studi dan Standar Profesi

Memasuki agenda utama, Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, dr., Sp.K.J., Subsp.K.(K), MARS, selaku Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD, memaparkan struktur kurikulum program studi saat ini. Paparan mencakup capaian pembelajaran yang telah dicapai serta identifikasi kekuatan dan area yang masih perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan pendidikan.


Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan perspektif standar pendidikan profesi melalui paparan dari Kolegium Kedokteran Jiwa Indonesia. Dr. Fransiska Kaligis, dr., Sp.K.J., Subsp.A.R.(K) selaku Ketua Kolegium Kedokteran Jiwa Indonesia bersama Dr. dr. Petrin Redayani Lukman, Sp.K.J., Subsp.P.K.(K), M.Pd.Ked. menyampaikan materi mengenai Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Kehadiran Kolegium memberikan perspektif standar profesi yang menjadi salah satu landasan penting dalam penelaahan dan pengembangan kurikulum program studi.


Setelah rangkaian pemaparan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan dan membahas kesesuaian antara arah strategis fakultas, program studi, kurikulum yang berjalan, serta standar pendidikan profesi.


Strategi Penyusunan Kurikulum dan Penguatan Kompetensi

Setelah sesi istirahat, lokakarya dilanjutkan dengan materi Strategi Penyusunan Kurikulum yang disampaikan oleh dr. I Gusti Ayu Harry Sundariyati, S.Ked., MHPE, dari tim kurikulum UP3M. Materi membahas landasan penyusunan kurikulum, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), pemetaan kurikulum, serta integrasi antara kebutuhan pendidikan, kompetensi klinis, dan standar profesi.


Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kurikulum tidak hanya memenuhi struktur dan standar yang ditetapkan, tetapi juga mampu menggambarkan keterkaitan antara capaian pembelajaran, proses pendidikan, kompetensi klinis yang harus dicapai, serta kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa.


Penguatan Kurikulum 2026

Salah satu agenda utama lokakarya adalah pembahasan rancangan kurikulum tahun 2026. Penyusunan kurikulum mempertimbangkan standar pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa, regulasi terbaru, hasil evaluasi kurikulum sebelumnya, serta hasil tracer study dan masukan pengguna lulusan.


Dalam pembahasan juga muncul masukan terkait penguatan bedside teaching, keterpaparan terhadap kasus-kasus terkini, pembelajaran psikofarmakologi, komunikasi terapeutik, serta profesionalisme peserta didik.


Rancangan kurikulum yang dibahas mencakup tujuh semester dengan total 118 SKS, yang terbagi dalam beberapa tahap pendidikan. Kurikulum juga mengintegrasikan evidence-based case report (EBCR), penyusunan manuskrip ilmiah, jejaring pendidikan lokal dan nasional, serta sistem penilaian yang mencakup aspek akademik, profesional, dan afektif.


Pembahasan mengenai durasi pendidikan menjadi salah satu poin penting dalam lokakarya. Dalam forum dipaparkan adanya perbedaan antara standar pendidikan yang mencantumkan pendidikan minimal delapan semester dengan 114 SKS dan rancangan kurikulum FK UNUD yang direncanakan berlangsung tujuh semester dengan 118 SKS. Perbedaan tersebut menjadi bahan yang perlu ditelaah lebih lanjut sebelum kurikulum ditetapkan.


Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, dr., Sp.K.J., Subsp.K.(K), MARS, menyampaikan gagasan mengenai kemungkinan inovasi dalam proses pendidikan agar masa pendidikan dapat berlangsung lebih efisien, dengan tetap memperhatikan standar yang berlaku.


“Kami ingin lebih cepat mencetak psikiater, prodi lain memungkinkan melakukan terobosan tersebut. Apakah dari psikiatri memungkinkan?” ucap Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana


Pernyataan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai kemungkinan pengembangan model pendidikan yang lebih adaptif, sekaligus menegaskan perlunya penelaahan terhadap beban pendidikan, capaian kompetensi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan pendidikan dokter spesialis.


Penguatan Karakteristik Pendidikan Psikiatri FK UNUD

Lokakarya juga membahas arah strategis Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa yang selaras dengan Rencana Strategis FK UNUD. Salah satu karakteristik yang terus dikembangkan adalah Psikiatri Budaya, dengan pemanfaatan kekayaan budaya lokal Bali sebagai bagian dari pengembangan pendidikan dan keilmuan psikiatri.


Selain aspek pendidikan, pengembangan penelitian juga menjadi perhatian. Program studi menargetkan penguatan publikasi ilmiah, termasuk publikasi internasional dan kolaborasi penelitian dengan institusi di dalam maupun luar negeri.


Pembahasan kurikulum turut diarahkan pada penerapan prinsip constructive alignment, yaitu keselarasan antara capaian pembelajaran, materi dan pengalaman belajar, metode pembelajaran, serta sistem asesmen peserta didik.


Tindak Lanjut: Penetapan PIC dan Penelaahan Kurikulum

Pada bagian akhir lokakarya, Prof. Cokorda menekankan pentingnya tindak lanjut yang jelas terhadap berbagai masukan yang telah muncul selama kegiatan.

“Rencana tindak lanjutnya, butuh PIC untuk menindaklanjutin masukan tadi sehingga kurikulum bisa terupdate” tambah Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana.


Dengan demikian, hasil lokakarya tidak berhenti pada diskusi, tetapi akan dilanjutkan melalui penetapan penanggung jawab (person in charge/PIC) yang akan mengawal proses penyempurnaan dan pembaruan kurikulum.


Dukungan juga datang dari rumah sakit pendidikan. dr. Suardani yang mewakili Direktur RSUP Prof. Ngoerah menyampaikan bahwa pihak rumah sakit mendukung tindak lanjut hasil lokakarya, khususnya dalam mendukung proses pengembangan pendidikan dokter spesialis.


Sementara itu, diperlukan pembahasan lebih lanjut terhadap rencana pendidikan selama tujuh semester yang telah direncanakan oleh kolegium. Rencana tersebut masih memerlukan penelaahan lebih lanjut agar implementasinya dapat dipastikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan ketentuan yang berlaku.


Komitmen terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Hasil lokakarya menjadi pijakan bagi Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD untuk melanjutkan proses penyempurnaan kurikulum, termasuk pemetaan kurikulum, matriks pembelajaran, kegiatan ilmiah, rotasi pendidikan, jejaring rumah sakit pendidikan, sistem asesmen, buku kurikulum, pedoman, RPS, serta logbook peserta didik.


Melalui kolaborasi antara program studi, fakultas, Kolegium Psikiatri Indonesia, departemen, dosen, peserta didik, tim penjaminan mutu, dan rumah sakit pendidikan, pengembangan kurikulum diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.


Lokakarya ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD untuk membangun pendidikan dokter spesialis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa, berorientasi pada pencapaian kompetensi, serta senantiasa meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.