Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

/

Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

Koprodi : Dr. dr. Luh Made Mas Rusyanti , Sp.KK (K), FINSDV

Pada tahun 1971 dr. Nyoman Wirya Duarsa bersama kepala bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK Unair / RSUD Dr.Soetomo Surabaya,  Prof.dr. Ibeni Illias, membuka poliklinik kulit dan kelamin di RS.Wangaya Denpasar. Setelah dibukanyan poliklinik di RS Wangaya Denpasar dilakukan perekrutan staf Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yaitu : dr.Suteja Rana, dr. I G A Sumedha Pindha, dr. Bratiartha, dr. Made Swastika Adiguna, dan dr. Made Wardhana.

Visi

Menjadi program studi pendidikan dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Universitas Udayana yang mampu menghasilkan lulusan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang Unggul, Mandiri, Profesional dan Berbudaya serta mempunyai Daya Saing di tingkat nasional, regional, dan internasional pada tahun 2025

Misi

  1. Menyelenggarakan program pendidikan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang terintegrasi dengan program studi terkait dan berorientasi pada keunggulan serta perkembangan teknologi kedokteran dengan menghasilkan lulusan yang menjunjung tinggi etika, moral dan kemanusiaan.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan menjamin hasil yang inovatif di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dengan mengikuti perkembangan teknologi kedokteran serta bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan terpadu sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama dalam bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.

Menjalin kerjasama yang sinergis dalam bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dengan institusi lain baik di dalam maupun di luar negeri

Tujuan

Pendidikan dokter spesialis dilaksanakan melalui proses belajar dengan mengacu pada kurikulum tertentu demi menghasilkan dokter spesialis yang:

  1. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam ilmu kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya serta mempunyai keterampilan spesialistik dan sikap yang baik sehingga sanggup menjelaskan dan memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kesehatan kepada masyarakat yang sesuai dengan bidangnya secara optimal.
  3. Mampu menentukan, merencanakan dan melaksanakan pendidikan dan penelitian secara mandiri dan mengembangkan ilmu ke tingkat akademik yang lebih tinggi.
  4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etika ilmu dan etika profesi, serta medikolegal dalam hubungan dokter dengan perseorangan dan atau masyarakat.
  5. Meningkatkan kemampuan diri dalam bidang ilmu kesehatan, secara terus menerus, sehingga dapat bekerja lebih baik.

News

More News

Event

Pengabdian Masyarakat

Visiting Professor

Tirtayatra

More Event

Gallery

Akreditasi

Kurikulum, masa studi dan UKT