/

Program Studi Mikrobiologi Klinik

Koprodi :

Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi ancaman di sebagian besar wilayah dunia. Salah satu penyakit infeksi yang menjadi masalah besar di dunia adalah tuberkulosis.Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang sudah dikenal sejak lama dan pengobatannya dapat dikontrol, namun demikianangka morbiditas tuberkulosis saat ini meningkat pesat yang dikenal sebagai re-emerging infectious disease. Selain tuberkulosis, dunia juga menghadapi wabah flu burung (avian influenza) sebagai penyakit baru yang muncul (emerging infectious disease), akibat terjadinya rekombinasi virus influenza manusia dengan virus influenza binatang sehingga menjadi strain virus baru.

Penanggulangan penyakit infeksi dengan menggunakan antimikroba yang  kurang  bijaksana,  mengakibatkan  timbulnya  masalah  resistensi  bakteri maupun virus terhadap antimikroba.Munculnya MDR-TB (multi drug resistant tuberculosis) merupakan masalah baru yang terkait dengan masalah resistensi bakteri terhadap antimikroba yang sukar diatasi.Contoh lain dari masalah resistensi antibiotika selain MDR-TB, misalnya MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus), VRSA (vancomycin resistant Staphylococcus aureus), VRE (vancomycin resistantenterococcus), serta resistensi virus HIV terhadap antivirus danlain-lain.

Di Indonesia penyakit infeksi merupakan masalah besar dengan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) yang tinggi.Angka morbiditas penyakit infeksi menduduki peringkat ke 3 dari 10 penyakit utama di Indonesia.Penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas masih tetap menduduki urutan pertama dari sepuluh penyakit utama pada pasien rawat-jalan di Indonesia.Jumlah penderita tuberkulosis Indonesia menempati urutan ketiga prevalensi penderita tuberkulosis di seluruh dunia. Di samping itu, diare dan gastroenteritis, demam tifoid, pneumonia, dan demam berdarah termasuk dalam penyakit infeksi yang banyak dijumpai. Flu burung yang menjangkiti Indonesia sejak 2004 dengan angka kematian sekitar 70% merupakan tantangan berat yang dihadapi dalam ruang lingkup penyakit infeksi. Dengan demikian nampak bahwa masalah penyakit infeksi semestinya mendapatkan prioritas utama dalam penanganannya.

Salah satu masalah penting dalam penanganan penyakit infeksi adalah tingginya tingkatresistensi bakteri patogen terhadap berbagai antibiotika. Tingkat resistensi bakteri patogen terhadap antibiotika tertentu yang telah didokumentasikan saat ini diduga jauh dari kenyataanyang ada. Hal ini terjadi oleh karena pengawasan dan pendataan pola kepekaan bakteri belum memadai, sehingga hanya sebagian kecil yang dapat dilaporkan. Penggunaan antibiotika pada terapi penyakit infeksi belum berdasarkan EBM (Evidence Based Medicine), yang merupakan salah satu penyebab dari terjadinya peningkatan resistensi kuman terhadap antibiotika.

Mengingat berbagai masalah penyakit infeksi yang sangat kompleks, yang menyangkut berbagai aspek serta kemajuan perkembangan pengetahuan dan teknologi kedokteran, maka diperlukan keahlian khusus yang dapat memahami dan menguasai berbagai aspek penyakit infeksi, khususnya dari segi ilmu dasar mikrobiologi yang dapat bekerjasama dengan para spesialis klinik dalam menangani penderita penyakit infeksi, sejak saat penegakkan diagnosis, pengobatan dan evaluasinya.

Perpaduan keahlian khusus antara bidang mikrobiologi kedokteran dengan bidang klinis tersebut dikenal sebagai Spesialis Mikrobiologi Klinik (Clinical Microbiologist). Pengendalian peningkatan resistensi bakteri patogen terhadap antibiotika memerlukan penerapan kebijakan terpadu. Kebijakan ini mestinya dibuat berdasarkan atas pemahaman yang benar atas perilaku dan kemampuan patogen dalam memelihara dan menyebarkan faktor-faktor resistensi dan virulensi. Disinilah peranan spesialis mikrobiologi klinik diperlukan. Kebutuhan akan isolasi, identifikasi dan penentuan diagnostik penyebab penyakit infeksi, uji kepekaan antibiotika, surveilens patogen, pemetaan kepekaan antibiotika, pemantauan infeksi nosokomial, pemantauan sterilitas alat kesehatan dan ruangan di rurnah sakit, perbaikan manajemen laboratorium mikrobiologi klinik, serta keberadaan konsultan penyakit infeksi yang memadai dan kompeten dirasakan sangat mendesak. Dengan demikian, kebutuhan dokter spesialis mikrobiologi klinik semakin meningkat.

Kebutuhan yang besar atas spesialis mikrobiologi klinik sudah diantisipasi oleh pemerintah Republik Indonesia sejak satu dekade yang lampau, antara lain diwujudkan di dalam beberapa hal:

  1. Sejak tahun 1992 Program Studi Mikrobiologi Klinik dikelompokkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari Pendidikan Pasca Sarjana (S2) bidang klinik.
  2. Tahun 1993 dikeluarkan buku Katalog Program Studi Mikrobiologi Klinik oleh Kolegium Mikrobiologi Klinik Indonesia yang dijadikan  acuan  dari  pembentukan  sernua  pusat  pendidikan  dokter  spesialis mikrobiologi klinik di Indonesia.
  3. Tahun 1998 diterbitkan Surat Keputusan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Medis Departemen Kesehatan RI nomor: HK.00.06.3.3. tentang struktur Rumah Sakit Rujukan yang mensyaratkan adanya Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (SpMK) sebagai penanggungawab dan pelaksana instalasi mikrobiologi klinik di rumah sakit.

Untuk menjawab tantangan tersebut di atas, dengan kekuatan yang ada di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, PAMKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia) dan kerjasama yang sudah lama terjalin dengan Erasmus Medical Center Belanda, maka FK Unud bermaksud mendirikan program PPDS I Mikrobiologi Klinik.

Pada tanggal 30 November 2013, diadakan kunjungan awal oleh Kolegium PAMKI ke Bagian/SMF Mikrobiologi Klinik FK Unud dalam rangka Pembukaan Program Studi Mikrobiologi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil kunjungan tersbeut didapatkan rekomendasi untuk membuka Program Studi Mikrobiologi Klinik. Selanjutnya diadakan Visitasi dari Tim Konsil Kedokteran Indonesia.   Hasil Vi s i t a s i   Ti m   K o n s i l   K e d o k t e r a n   I n d o n e s i a ,   s e s u a i   s u r a t   d a r i   K K I   d e n g a n   N o m o r: KD.02.02.01/KK/III/1126/2015, hasil visitasi menujukan bahwa Konsil Kedokteran Indonesia memberikan Rekomendasi pembukaan Program Studi Mikrobiologi Klinik pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hingga pad akhirnya Progran Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik berdiri secara resmi pada tanggal 9 Februari   2016 berdasarkan Salinan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor : 90/KPT/I/2016 tentang Pembukaan Program Studi pada Universitas Udayan di Denpasar.

Pada tanggal, 24 Oktober 2017 Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik mendapatkan Surat Rekomendasi untuk melakukan Akreditasi LAM-PTKes dengan Nomor : 120/Kolegium-PAMKI/X/2017. Hingga pada ahirnya Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik melaksanakan Akreditasi LAM-PTKes yang pertama pad atanggal 20 – 21 September 2018, dengan hasil  akreditsai bernilai B (Baik) sesuai Surat Keputusan Perkumpulan LAM-PTKes dengan Nomor : 06-49/LAM-PTKes/Akr/Spe/IX/2018.

News

More News

Event

More Event

Profil Guru Besar